Pengolahan Paduan Keras
Pemesinan paduan keras merupakan teknik penting dalam produksi Pelat baja tahan aus dan komponen industri berat. Dengan menggunakan lapisan las karbida kekerasan tinggi, Bahannya menjadi lebih tahan lama, Ketahanan aus yang lebih baik dan peningkatan kinerja peralatan. Proses pemesinan memerlukan kontrol yang ketat dari pemilihan kawat las, teknik pengelasan, ke metode pemotongan - pembengkokan - pengelasan untuk memastikan kualitas yang stabil dan umur panjang.
- Keterangan
Pemesinan paduan keras adalah proses membuat atau merawat lapisan solder yang mengandung karbit (Cr₇C₃, NbC, toilet…) untuk meningkatkan kekerasan, Ketahanan aus dan umur panjang untuk baja dasar. Teknologi ini sering diterapkan pada pelat dan suku cadang baja tahan aus yang harus bekerja dalam kondisi abrasi yang kuat.
1. Proses pengelasan menciptakan lapisan paduan keras
● Siapkan permukaan baja dasar
-
Bersihkan minyaknya, debu, karat dan kotoran sama penggilingan mekanis atau peledakan tembakan.
-
Kurangi tegangan sisa pada permukaan media untuk daya rekat lapisan solder yang lebih baik.
● Pilih material paduan las
Tergantung pada lingkungan kerja, gunakan berbagai jenis kawat las:
-
Crom Karbida (Cr₇C₃) – anti-slip abrasi, tahan panas.
-
Niobium Karbida (NbC) – Ketahanan yang baik terhadap abrasi dan benturan.
-
Tungsten Karbida (toilet) – Kekerasan yang sangat tinggi untuk lingkungan abrasi berat.
-
Boron Karbida (B₄C) – tahan terhadap gabungan keausan dan korosi.
● Metode pengelasan
Teknik populer:
-
Pengelasan busur terbuka (Buka Arc Hardface)
→ Produktivitas tinggi, Cocok untuk pelat baja tahan aus skala besar. -
Pengelasan busur terendam (Hamparan Busur Terendam)
→ Lapisan paduan halus, lebih sedikit cacat. -
Pengelasan plasma (Menghadapi Keras PTA)
→ Kontrol yang baik terhadap ketebalan lapisan karbida, Digunakan untuk detail yang presisi. -
Pengelasan MIG/MAG dengan kawat inti fluks
→ Buat lapisan paduan tebal, kekerasan tinggi.
● Membuat lapisan pengelasan multi-layer (Hamparan Berlapis-lapis)
-
Biasanya mengelas 1–3 lapisan tergantung kebutuhan.
-
Kelas satu: meningkatkan adhesi.
-
Kelas dua / Selasa: peningkatan kepadatan karbida, mencapai kekerasan maksimum.
2. Pemrosesan mekanis setelah pengelasan
Karena lapisan hard alloy mempunyai kekerasan yang sangat tinggi (58–65 HRC atau lebih), Operasi pemesinan memerlukan teknik khusus:
● Potong panel
-
Plasma, laser, atau gas oksigen (untuk panel rendah karbon).
-
Jangan gunakan metode pemotongan mekanis konvensional karena lapisan karbida mudah terkelupas.
● Membungkuk (Pembengkokan)
-
Selesai dari samping baja dasar, Jangan berdampak langsung pada lapisan solder.
-
Batas radius lentur tergantung pada ketebalan lapisan paduan.
● Pengelasan (Fabrikasi Pengelasan)
-
Pengelasan dari permukaan baja dasar, Hindari melelehkan lapisan paduan.
-
Setelah pengelasan, Tambahkan lapisan anti aus pada area sambungan.
● Pengeboran – Pembubutan – Penggilingan (Sangat terbatas)
-
Hanya dilakukan di area tersebut Tidak ada lapisan paduan keras.
-
Jika perlu, bor melalui lapisan karbida, harus menggunakan:
-
Mata bor karbida padat
-
Kecepatan rendah – tekanan tinggi – pendinginan yang cukup
-
3. Kontrol kualitas lapisan las
Langkah-langkah pemeriksaan penting:
-
Mengukur kekerasan HRC pada setiap lapisan atau setiap wilayah.
-
Periksa ketebalan lapisan las dengan USG atau pengukuran ujung tombak.
-
Fotografi makro untuk mengevaluasi distribusi partikel karbida Cr₇C₃.
-
Periksa retakan mikro – Tingkat retakan yang dapat diterima tergantung pada standar.
Tabel di bawah menunjukkan parameter pemesinan yang umum:
| Kategori | Nilai populer |
|---|---|
| Kekerasan lapisan paduan | 58–65 HRC |
| Jumlah lapisan pengelasan | 1–3 lapisan |
| Metode pengelasan | Buka Busur / GERGAJI / PTA / AKU |
| Kecepatan pengelasan | 20–40 cm/menit |
| Ketebalan lapisan paduan | 3–20 mm |
| Suhu kerja maksimum | 500–600°C |

















